Al Baik, Restoran Ayam yang Tak Pernah Sepi

http://images.detik.com/content/2011/10/24/10/albaik-dl.jpg


Most crowded restaurant ever-unbelievable! Itulah judul salah satu video di Youtube, untuk menggambarkan restoran fast food beken dari Arab Saudi, Al Baik. Konsumen yang semuanya lelaki antre panjang dan meneriakkan pesanan-pesanannya. Pelayan sibuk mengisi dan menyerahkan pesanan. Jumlah pelayan dan pembeli sungguh tak imbang.

Al Baik adalah jaringan restoran siap saji yang tersebar di Jeddah (31), Makkah (6) dan Madinah (3). Menu yang ditawarkan antara lain ayam goreng tepung, ayam panggang, ikan fillet, nugget, udang, sandwich, dengan bumbu meresap hingga ke dalam.

http://2.bp.blogspot.com/_IeZl-tvQCu4/SRh7G7Y0saI/AAAAAAAAAQo/COIi5EW7iS0/s400/AlBaik.JPG

Porsinya juga besar. Paket ayam misalnya, adalah satu ekor ayam dibelah empat bagian (tanpa kepala dan kaki), atau delapan potong. Bagi orang Saudi yang rata-rata berbadan bongsor, menu itu pas mengganjal perut. Tapi bagi orang Indonesia, porsi itu bisa dimakan 2-3 orang.

Maklum, satu paket selain berisi 1 ekor ayam, juga terdapat dua tangkup roti dan french fries. Menu ini dilengkapi saus tambahan, namun yang menjadi ciri khasnya adalah saus garlic.

Di kalangan jamaah haji, termasuk dari Indonesia, restoran ini juga cukup terkenal. Bagi yang baru mendengarnya, tak rugi untuk menjajalnya.

http://cache.pakwheels.com/forums/2006/8/26/dsc00025_CDZ_PakWheels(com).jpg


"Semua restoran Al Baik selalu ramai. Karena rasanya enak dan harganya murah," kata Haviluddin, warga Madura yang menetap di Makkah.

Murah? Ya, dibanding dengan restoran fast food internasional seperti McD dan KFC yang harus ngos-ngosan bersaing, harga Al Baik lebih murah 30 persen. Satu ayam panggang dibelah empat, 2 roti, kentang goreng, dibanderol 13 riyal (sekitar Rp 32 ribu). Ada lagi paket yang lebih murah seharga 6 riyal, 11 riyal, termahal paket udang 18 riyal.

Restoran low-budget ini didirikan oleh Shakkour Abu Ghazalah di Jeddah pada 1974. Awalnya, restoran yang berkonsep baru pada zamannya itu, kurang penggemar. Tak lebih 90-an orang yang membeli tiap hari. Tapi seiring waktu, pembelinya kini telah antre sebelum restoran buka.

[Al-Baik+2.JPG]


Restoran ini menerapkan pembedaan ruang makan untuk lelaki dan perempuan (family room). Antrean panjang selalu menghiasi ruang lelaki, sedang family room lebih sepi.

Bila bermaksud makan di tempat (dine in) jangan mepet dengan waktu salat. Sebab petugas restoran tak sungkan untuk mengusir konsumen bila waktu salat telah menjelang. Maklum, semua tempat bisnis di Saudi harus tutup sementara menjelang azan.

(nrl/vit)

http://www.yadig.com/uploads/biz-logo/b21_ph_alb_280720113937.jpg



sumber :http://www.detiknews.com/read/2011/10/24/180721/1751443/10/al-baik-restoran-ayam-yang-tak-pernah-sepi?991101mainnews

0 komentar:

Poskan Komentar

Arsip Blog

 

Copyright © 2010 • Jelajahi Internet • Design by Dzignine